Seminar Sehari Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu


Sahabat Hermanto. Pada kesempatan kali ini saya akan melaporkan hasil kegiatan seminar. Pada tanggal 31 Maret 2016, Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat Palembang mengadakan seminar sehari dengan tema "Seminar Sehari  Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Tradisional  Dalam  Meningkatkan Kesehatan Ibu". Seminar ini diadakan di Martapura Kapubaten OKU Timur. Menurut drg. Dyah Ermayatri, DESS selaku ketua panitia, kegiatan seminar ini bertujuan meningkatkan  pengetahuan tenaga kesehatan khususnya bidan tentang upaya kesehatan tradisional dalam meningkatkan kesehatan ibu.

Acara ini dibuka oleh  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, dr. H. Sindang Iwari, M.Kes, MM. Beliau juga menyampaikan materi  kebijakan kesehatan ibu kabupaten/kota khususnya Kabupaten OKU Timur. Seminar ini melibatkan Lintas Program di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, IBI dan Bidan Puskesmas yang berjumlah 100 orang. Pada sesi selanjutnya dr. Salilul Hulwan M., M.Kes menyampaikan materi seribu manfaat TOGA sebagai sumber gizi.

Pada kesempatan selanjutnya saya tampil dengan tema perawatan reproduksi remaja putri adalah investasi. Tema ini saya ambil karena keprihatinan saya terhadap banyaknya kasus gangguan reproduksi pada remaja terutama remaja putri, salah satunya adalah kasus aborsi dan penyakit menular seksual yang tinggi. Menurut data WHO ada 3,3 juta kasus aborsi di tahun 2016 dan terjadi peningkatan 100 ribu pertahun. Dari jumlah tersebut 30% nya pelakunya adalah remaja. Jadi ada 1 juta remaja putri yang melakukan aborsi. Hal ini tentu sangat menghawatirkan. Sehingga perlunya pengetahuan dari para tenaga kesehatan tentang kesehatan reproduksi (kespro) remaja sehingga nanti dalam praktek baik ditempat kerja atau praktek mandiri bisa memberikan informasi yang benar tentang kespro ini.


Ada beberapa hal yang saya sampaikan dalam seminar itu antara lain:
1. Pengetahuan dan praktik pada tahap remaja akan menjadi dasar perilaku yang sehat pada tahapan selanjutnya dalam kehidupan. Sehingga, investasi pada program kesehatan reproduksi remaja akan bermanfaat selama hidupnya.

2. Kesehatan reproduksi remaja putri : keadaan sehat baik secara fisik, mental, maupun sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi yang dimiliki remaja putri.

3. Pendidikan seks tidak ditujukan untuk mengajarkan mereka tentang hubungan seks, namun memberi pengetahuan tentang upaya yang perlu mereka tempuh untuk menjaga kesehatan organ reproduksi mereka.

4. Setiap remaja mempunyai hak untuk mendapatkan akses dan informasi tentang kesehatan reproduksi berupa pendidikan seks (ICPD - Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan di Kairo, Mesir, 1994) sehingga diharapkan remaja Memiliki sikap serta tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.

5. Organ Reproduksi Dalam terdiri dari Ovarium: Penghasil sel telur dan hormon reproduksi.Saluran telur: Tempat terjadinya peleburan sel telur dengan sperma (fertilisasi).Rahim: Tempat menempel, tumbuh, dan berkembangnya janin.Vagina: Tempat singgah sperma.

6. Gangguan organ reproduksi: Gangguan Menstruasi, Kanker pada wilayah Genital,Penyakit Endometriosis, Infeksi Vagina, Infertilitas.

7. Gangguan menstruasi : Amenore, Sindrom Premestruasi (SPM), Dismenore, Menoragia, Perdarahan Abnormal

8. Gaya hidup sehat dalam memeliharan kesehatan reproduksi yaitu
o Makanlah makanan sehat dan bergizi.
o Jangan memakai celana yang terlalu ketat, karena bisa menimbulkan gesekan.
o Pilih pakaian dalam dari katun karena menyerap keringat.
o Bagi perempuan, periksakan diri sesegera mungkin jika mengalami keputihan cukup lama.
o Jika tidak dibutuhkan, jangan menggunakan pantyliner (pembalut tipis untuk sehari-hari). Jika menggunakan pantyliner, gantilah sesering mungkin.
o Tuhan sudah membuat susunan yang sempurna pada alat reproduksi kita. Produk kosmetik pembersih dan pengharum vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya tidak diperlukan.

9. Perawatan kebersihan organ kewanitaan :
o Pembasuhan alat kelamin dilakukan dari depan ke belakang agar kotoran dari anus tidak mencemari alat reproduksi.
o Pada saat menstruasi, gantilah pembalut minimal dua kali sehari.
o Bersihkan kemaluan dari kotoran dan lendir dengan hanya menggunakan air bersih.
o Saat membersihkan vagina, jangan mengoreknya terlalu dalam karena dapat mengakibatkan rusaknya selaput dara.

10. Ramuan tradisional dapat digunakan untuk kasus sebagai contoh keputihan dan nyeri haid

Silahkan lihat file powerpoint lengkap di bawah ini:

Acara ini juga menghadirkan 3 orang narasumber lainnya dengan masing-masing tema; perananan bidan dalam upaya meningkatkan status kesehatan ibu oleh Hj. Sri Rohani, Ketua IBI, Kabupaten OKU Timur, olah napas senam ibu hamil sebagai upaya persiapan persalinan oleh Rita Masyito, SE, SKM, Yayasan Jantung Indonesia, Cabang utama Sumatera Selatan dan perawatan post partum secara empiris oleh Fauzi Isman, BSt. praktisi akupunktur.

Seminar sehari ini ditutup oleh kepala LKTM Palembang dr. Salilul Hulwan M.,M.Kes dengan harapan kegiatan ini dapat bermanfaat dan rencana tindak lanjutnya berupa:

1. Informasi tentang pelayanan kesehatan tradisional untuk mendukung kesehatan ibu diharapkan dapat menjadi bagian pelayanan komplementer yang dapat diinformasikan /dilakukan oleh bidan.
2. Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) dapat dilakukan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk asuhan mandiri/selfcare dengan memanfaatkan budaya local yang aman
3. Dukungan dari stakeholder Dinas Kesehatan, Kabupaten OKU Timur dan organisasi profesi Bidan diharapkan dapat mengembangkan kegiatan asuhan mandiri kesehatan tradisional terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu, baik dalam tahap remaja, usia reproduksi maupun lansia.

Demikianlah postingan kali ini semoga bermanfaat. Saya juga mengucapkan kepada ketua panitia drg. Dyah Ermayatri, DESS yang sudah bersedia memberikan laporan kegiatannya sebagai bahan untuk postingan saya kali ini.

1 Response to "Seminar Sehari Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu"

  1. Teruskan buat masyarakat Indonesia menjadi sehat

    BalasHapus