Motivasi Menulis: Belajar dari Sang Maestro


Sahabat Hermanto. Motivasi sangat dibutuhkan dalam setiap tindakan. Kita sering mendengar kata-kata motivasi. Menurut KBBI, motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi inilah yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Motivasi harus ditetapkan dari awal sebelum melakukan pekerjaan. Motivasi juga penentu keberhasilan. Tanpa motivasi pekerjaan yang dilakukan tidak akan berhasil atau setidaknya tidak bisa dilakukan secara terus menerus. Penting sekali kita menetapkan motivasi sebelum kita memulai pekerjaan.
 
Dalam menulis, kita juga harus menetapkan motivasi dari awal agar kita tidak menjadi penulis musiman tetapi penulis sejati. Sejati maksudnya tetap menulis dalam setiap keadaan. Jadikan menulis menjadi suatu kebutuhan. Kebutuhan artinya kita akan merasa ada yang kurang jika belum dilakukan. Banyak sekali penulis sukses yang bisa menjadi rujukan. Salah satunya adalah Pak Cahyadi Takariawan atau lebih dikenal Pak Cah. Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang motivasi menulis sesuai apa yang disampaikan Pak Cah dalam video motivasi menulisnya.
 
Pak Cah adalah seorang penulis produktif. Tidak kurang dari 46 buku sudah Pak Cah tulis. Ada 600 artikel yang Pak Cah tulis di kompasiana.com. Belum lagi tulisan-tulisan yang pernah Pah Cah tulis di koran lokal dan majalah fakultas dan universitas selama Pak Cah kuliah di UGM. Bisa dibayangkan, berapa banyak tulisan Pak Cah yang sudah publikasikan.
 
Pak Cah bercerita bahwa hobi menulis itu berawal dari seringnya beliau membaca mulai dari sekolah dasar. Pak Cah sering menghabiskan waktu di perpustakaan setelah pulang sekolah. Pak Cah bisa sampai malam di perpustakaan sampai akhirnya semua buku sudah Pak Cah baca. Artinya untuk menjadi seorang Pak Cah seperti sekarang, Pak Cah menjadikan kebiasaan membaca itu suatu kebutuhan.
 
Pak Cah melanjutkan ceritanya. Pada saat SMA, Pak Cah mulai menulis tetapi sebatas untuk koleksi pribadi. Ketika Pak Cah harus memutuskan menikah dan membiayai kuliah Pak Cah, istri, kebutuhan anaknya, menulis mempunyai tujuan ekonomi bagi Pak Cah. Tujuan ini tentu memberikan efek positif karena semakin sering menulis tentu Pak Cah akan semakin terampil dalam menguasai teknik kepenulisan.
 
Pertanyaan mengapa kita menulis? Menurut Pak Cah, itu bisa dijawab dengan tujuan dan kemanfaatan apa yang ingin kita dapatkan.  Nah, tujuan dan kemanfaatan inilah bisa memotivasi kita untuk menulis.
 
Dalam video 1 ini, menurut Pak Cah, ada 8 tujuan menulis, yaitu:

1. Tujuan Ideologis

Setiap orang tentu mempunyai keyakinan, baik keyakinan tentang kebenaran agama, pandangan hidup atau sesuatu nilai-nilai kebenaran. Keyakinan inilah yang menjadi dasar dalam mempengaruhi orang lain. Penulis yang menulis unutk tujuan ideologis tidak peduli apakah tulisannya dibayar atau tidak, disukai atau tidak. Baginya yang penting adalah mampu menampaikan ideologinya melalui tulisan untuk mempengaruhi orang lain  yang membaca tulisannya. Contoh penulis yang mempunyai tujuan ideologis adalah pendakwah.

2. Tujuan Akademis
Penulis yang memiliki tujuan seperti ini  terikat oleh kegiatan dan aturan yang bersifat akademis, misalnya; sistematika kepenulisan, bagaimana cara penyajian tulisan, bagaimana format bahasa dan bagaimana penggunaan istilah. Mereka yang menulis untuk tujuan akademis adalah dosen, guru yang membuat bahan ajar atau buku, mahasiswa yang menulis di jurnal, dan sebagainya. Bagi dosen tentu berkaitan juga dengan karier atau kepangkatan.
 
3. Tujuan Ekonomis
Penulis yang memiliki tujuan ekomonis menjadikan menulis itu sebagai profesi. Penulis akan mendapatkan honor dari artikel atau royalti dari buku yang diterbitkan. Hal ini boleh saja dilakukan.

4. Tujuan Psikologis (Katarsis)
Penulis yang mempunyai tujuan katarsis adalah mereka yang menulis untuk menyalurkan emosi-emosi dalam tulisannya. Penulis akan merasakan kegembiraan jika kesedihan, kebahagiaan atau kesenangannya diketahui oleh orang lain melalui tulisannya. 
Jadi,  orang yang sedang mengalami kesedihan atau kegembiraan akan lebih mendapatkan sesuatu yang sifatnya melegakan dirinya atau mengoptimalkan kebahagiannya jika diungkapkan dalam tulisan.

5. Tujuan Politis
Penulis yang memiliki tujuan politis akan menjadikan tulisannya untuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat atau terkait even politik atau politik praktis. 


6. Tujuan Pedagogis

Penulis yang memiliki tujuan pedagogis menjadikan tulisannya untuk mendidik, mengedukasi orang lain tentang nilai-nilai, gaya hidup, hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari.

7. Tujuan Medis
Kegiatan menulis diyakini mampu menjadikan sebagai terapi  untuk kesehatan. Menulis itu menyehatkan. Ada sejumlah manfaat kesehatan dari menulis. Melalui kegiatan menulis, diyakini tidak hanya penyakit psikis tetapi juga berbagai penyakit fisik bisa disembuhkan.


8. Tujuan Pragmatis

Penulis yang memiliki tujuan pragmatis ini menjadikan tulisannya untuk mendapatkan popularitas atau tuntutan tugas yang memaksanya harus menulis.
 
Kita bisa menggabungkan lebih dari satu tujuan menulis. Artinya tujuan kepenulisan ini tidak berdiri sendiri.
 

Pak Cah melanjutkan tips menulisnya tentang manfaat menulis. Menurut Pak Cah ada 2 pengelompokan manfaat menulis, yaitu kemanfaatan yang bercorak nilai (spiritual) dan praktis. Ada 7 kemanfaatan menulis yang bersorak nilai, yaitu:


1. Menulis membuat kita banyak membaca dan belajar. 

Semakin banyak membaca dan belajar tentu semakin banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Orang yang malas membaca, pengetahuannya akan dangkal. Idealnya, semakin bertambah usia maka semakin bertambah pengetahuannya. Nah, penulis tentu akan terus membaca dan belajar untuk meningkatkan pengetahuannya sebagai bahan tulisan.

2. Menulis dapat melatih untuk berpikir logis dan sistematis
Apapun bentuk tulisannya, baik fiksi maupun non fiksi harus ditulis secara logis dan sistematis. Semakin banyak menulis maka akan terbiasa berpikir secara sistematis. Misalnya menulis sebuah buku yang panjang, karya ilmiah yang bersifat akademis tentu membutuhkan berpikir logis dan sitematis. Jadi, semakin sering menulis maka semakin logis dan sistimatis dalam kita berpikir.


3. Menuliskan hasil bacaan adalah cara kita untuk mengikat makna. 

Pak Cah mengutip perkataan Pak Hernowo dalam bukunya yang terkenal “Mengikat Makna”. Di dalam bukunya, Pak Hernowo menyampaikan bahwa membaca itu menangkap makna dan makna itu bisa diikat melalui tulisan. Artinya, makna yang kita tangkap dari bacaan akan lebih kuat ikatan maknanya jika kita tuliskan.


4. Menulis bisa sebagai sarana katarsis. 

Penulis yang menjadikan kepenulisannya sebagai sarana katarsis  akan merasa lega hatinya jika dapat menuangkan unek-uneknya ke dalam bentuk tulisan.


5. Menulis merupakan sarana dakwah. 

Berdakwah melalui tulisan tentu sangat besar artinya dalam rangka menjangkau kalangan luas. Tulisan bisa dikirim melalui website atau media sosial sehingga banyak orang yang dapat membacanya. Dengan dibaca banyak orang tentu kemanfaatannya juga sangat besar.


6. Menulis sebagai sarana edukasi dan berbagi. 

Bicara pada saat seminar mungkin hanya dapat didengar oleh puluhan atau ratusan orang. Orang yang bisa diedukasi hanya terbatas yang mengikuti seminar. Tapi melalui media tulisan tentu kita bisa mengedukasi dan berbagi dengan banyak orang.


7. Menulis bisa memberikan kepuasan mental, spiritual, dan intelektual

Kepuasan ini tidak tergantikan dengan materi. Tentu dalam menulis kita harus mengupulkan data-data dan sumber referensi. Hal ini tentu sangat melelahkan. Tapi ini akan terbayar ketika tulisan kita dipublikasikan. Ada kepuasan dan kebahagian yang tidak ternilai harganya.


 
Di video yang kedua Pak Cah melanjutkan tentang manfaat menulis yang bersifat praktis. Menurut Pak Cah, ada 4 manfaat menulis yang bersifat praktis, yaitu:


1. Menulis membuat penulisnya dikenal publik

Sebagian penulis terkenal karena menulis tapi tidak semua penulis menjadi terkenal. Walaupun tidak menjadi penulis terkenal paling tidak bisa menjadi penulis yang dikenal dengan tulisannya. Menjadi penulis yang banyak dikenal dengan tulisannya akan menjadi jendela untuk orang lain mengetahu tentang kita. Misalnya kita memanfaatkan media online seperti blog atau website. Ketika orang mencari tentang kita, mesin pencari akan menampilkan data kita sebanyak apa yang kita tulis secara online. Ini tentu akan meningkatkan kredibiltas kita sebagai seorang penulis. Semakin tinggi kreadibilitas kita maka akan semakin besar peluang kita untuk mendapatkan kemanfaatan ekonomis dari tulisan kita.


 
2. Menulis bisa digunakan untuk kemanfaatan ekonomis. 

Ada berbagai bentuk kemanfaatan ekonomis yang bisa didapatkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, penulis akan mendapatkan honor atau royalti dari tulisan atau buku. Penulis yang diundang sebagai narasumber pada suatu seminar tentu akan mendapatkan kemanfaatan ekonomis. Ini merupakan contoh manfaat secara tidak langsung.

 3. Menulis bisa menyehatkan. 

Banyak tertimoni dan survei yang menunjukkan bahwa menulis dapat memberikan kesehatan baik fisik maupun mental 


 
4. Menulis bisa sebagai sarana bagi kita untuk membuka dunia. 

Banyak para penulis yang dapat keliling dunia melalui tulisannya. Menjadi pembicara pada seminar di luar negeri tentu menjadi impian semua penulis. Penulis terkenal bisa diterbangkan keberbagai pelosok dunia oleh tulisannya.
 

Diakhir videonya, Pak Cah menyampaikan 3 prinsip dalam menulis, yaitu:

1. Prinsip Kebenaran

Seorang penulis harus dapat menyampaikan nilai-nilai suatu kebenaran yang diyakininya. Nilai-nilai kebenaran itu bisa digunakan untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang diyakininya. Ini sangat terkait dengan tujuan ideologis. Misalnya tulisan yang digunakan para pendakwah dalam menyampaikan kebenaran.  Jika yang disampaikan ini hal-hal yang keliru tentu pendakwah akan mendapatkan balasan berupa dosa seperti apa yang dikerjakan oleh pembacanya. Jadi, kita harus menyampaikan suatu kebenaran bukan sesuatu yang benar. Kebenaran disini adalah kebenaran nilai bukan kejadian yang benar-benar terjadi.

2. Prinsip Kebermanfaatan

Penulis harus meyakini tulisannya akan memberikan manfaat kepada orang lain. Kemanfaatan ini akan didapatkan jika tulisan tersebut bisa menginspirasi pembacanya.

3. Prinsip Etis

Penulis harus mempertimbangkan secara etis. Tidak boleh menulis hal-hal yang menyakiti hati orang lain atau menyinggung perasaan suatu kelompok. Sekarang ini, dengan kemajuan teknologi, orang sangat sulit memilah apakah tulisan ini benar atau hoaks. Penulis yang baik tidak hanya menulis sesuatu yang bernilai benar tapi tetap memperhatikan etika penulisan sehingga tidak ada orang atau kelompok yang dirugikan.
 
Itulah tips kepenulisan dari seorang maestro kita, Pak Cah. Semoga kita dapat menarik manfaatnya dan meletakkan sebagai dasar kita untuk mulai memasuki rimba kepenulisan.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Motivasi Menulis: Belajar dari Sang Maestro"

Posting Komentar