Keutamaan Menghapal Al-Quran

Hermanto - Sebenarnya artikel ini saya tulis untuk teguran dan mengingatkan bagi diri saya sendiri. Saya sedang berusaha menghapal Al-Quran karena banyak sekali keutamaan di dalamnya. Tapi sayang sekali kadang-kadang kita tidak memaknai keistimewaan itu. Saya sendiri termasuk yang kadang-kadang lalai dalam mengamalkan kebiasaan ini. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam memahami Al-Quran dengan cara menanamkannya di dalam hati setiap kita.

Tulisan ini saya sarikan dari salah satu buku Yusuf Qardhawi tentang cara Menghapal Al-Quran yang saya tulis ulang dengan menggunakan kalimat saya sesuai dengan kebutuhan.

Dalam salah satu bab di halaman 3 beliau menulis keutamaan orang yang menghapal Al-Quran antara lain:

  1. Orang tidak mempunyai hapalan Al-Quran seperti rumah kumuh yang mau runtuh.
    Banyak hadits Rasulullah SAW yang mendorong untuk menghapal Al-Quran, atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah SWT. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu': "Orang yang tidak mempunyai hapalan Al-Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mauh runtuh ". [1]


  2. Orang yang banyak hapalan Al-Quran lebih layak jadi pemimpin dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.
    Rasulullah SAW memberikan penghormatan kepada orang-orang yang mempunyai keahlian dalam membaca Al-Quran dan menghapalnya, memberitahukan kedudukan mereka, serta mengedepankan mereka dibandingkan orang lain. Dari Abi Hurarirah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah SAW mengecek kemampuan membaca dan hapalan Al-Quran mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hapalan Al Quran-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah SAW : "Berapa banyak Al-Quran yang telah engkau hapal, hai pulan?" ia menjawab: aku telah hapal surah ini dan surah ini, serta surah Al Baqarah. Rasulullah SAW kembali bertanya: "Apakah engkau hapal surah Al Baqarah?" Ia menjawab: Betul. Rasulullah SAW bersabda: “Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!". Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghapal surah Al Baqarah semata karena aku takut tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah SAW bersabda: "Pelajarilah Al-Quran dan bacalah, karena perumpamaan orang yang mempelajari Al- Quran dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian ia tidur dan dalam dirinya terdapat hapalan Al-Quran adalah
    seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik ". [2]

  3. Orang yang menghapal Al-Quran akan mendapat pembelaan di hari kiamat.
    Jika tadi kedudukan pada saat hidup, maka saat mati-pun, Rasulullah SAW mendahulukan orang yang menghapal lebih banyak dari yang lainnya dalam kuburnya, seperti terjadi dalam mengurus syuhada perang Uhud. Rasulullah SAW mengutus kepada kabilah-kabilah para penghapal Al-Quran dari kalangan sahabat beliau, untuk mengajarkan mereka faridhah Islam dan akhlaknya, karena dengan hapalan mereka itu, mereka lebih mampu menjalankan tugas itu. Di antara sahabat itu adalah: tujuh puluh orang yang syahid dalam kejadian Bi`ru Ma`unah yang terkenal dalam sejarah. Mereka telah dikhianati oleh orang-orang musyrik. Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Penghapal Al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al-Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al-Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al-Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan ". [3]


  4. Orang tua penghapal Al-Quran mendapat kemuliaan di sisi Allah.Balasan Allah SWT di akhirat tidak hanya bagi para penghapal dan ahli Al-Quran saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al-Quran. Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca Al-Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Quran". [4]Kedua orang itu mendapatkan kemuliaan Tuhan, karena keduanya berjasa mengarahkan anaknya untuk menghapal dan mempelajari Al-Quran semenjak kecil. Dan dalam hadits terdapat dorongan bagi para bapak dan ibu untuk mengarahkan anak-anak mereka untuk menghapal Al-Quran semenjak kecil. Ibnu Mas'ud berkata: "Rumah yang paling kosong dan lengang adalah rumah yang tidak mengandung sedikitpun bagian dari Kitab Allah SWT ". [5] Dan pengertian kata "ashfaruha" adalah: yang paling kosong dari kebaikan dan berkah. Al Munziri meriwayatkan dalam kitab At Targhib wa At Tarhib dengan kata: "ashghar al buyut" dengan ghain bukan fa. Dan maknanya adalah: rumah yang paling hina kedudukannya, dan paling rendah nilainya.

Keistimewaan penghapal Al-Quran banyak lagi yang tidak terekam dalam uraian di atas. Silahkan kamu cari sumber-sumber lain.

Untuk mempermudah kamu dalam mengahapal Al-Quran, silahkan mencoba tentang Software Ayat mengahapal Al-Quran pada artikel saya sebelumnya.

Demikianlah artikel saya kali ini, semoga bisa bermanfaat baik bagi saya sendiri yang menulis dan bagi kamu sekalian yang membaca. Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam penulisan. Untuk memahami lebih jelas, sebaiknya merujuk kapada kitab aslinya dan bertanya langsung kepada ahlinya.

Semoga bermanfaat.

Tags : Menghapal Al-Quran, Al-Quran, Hadits


[1] Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata: hadits ini hasan sahih.
[2] Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaan 2126), dan dalam sanadnya ada `Atha, Maula Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpercaya kecuali oleh Ibnu Hibban.
[3] Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia menilainya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi (1/553).
[4] Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257)
[5] Diriwayatkan oleh Al Hakim dari Ibnu Mas`ud secara Mauquf. Ia berkata: sebagian mereka memarfu`kannya, demikian juga dikatakan oleh Adz Dzahabi (1/566).

1 Response to "Keutamaan Menghapal Al-Quran"

  1. Subhanallah, begitu besar manfaat dan pahala menghafal al-Qur'anul Qarim...mhn maaf Saudaraku, numpang promosi, yang mau belajar baca Al-Qur'an beli Al-Qur'an Digital Pen di sini http://milyarder.emivo.com atau ke blog ane http://bisniscerdasmu.blogspot.com, trimakasih ye..?

    BalasHapus